Kamis, 12 Mei 2011

Lasting Forever


sayangku semata wayang,
sambil tetap membiarkan senyummu merekah, aku mencoba terus mengukirnya menjadi puisi, dan bernyanyi tentang datangnya seorang kekasih hati, karena dirimu, aku kini terjerat rindu, tak lama kemudian kau menjelma puisi dalam sebuah perkenalan yang teramat beku, garis senyum yang begitu indah, menjelma kata yang terangkai diantara celah-celah hari

dan kini aku mengenalmu sebagai puisi, yang di dalamnya kutitipkan harapan dan masa depan dengan sebongkah cinta, kurajut benang-benang impian, yang dipenuhi dengan hiasan panorama indah, kuharap benih cinta yang kita tanam bersama bukanlah sekedar kata-kata, melainkan sebatang lilin yang enggan padam sebelum gelap sirna, meski aku di sini hanya dengan bayangmu, namun aku tahu semuanya karena kita adalah satu

tahukah engkau sayang,
bahwa telah ada yang benar-benar menjadi cahaya dalam hatiku, sungguh, tak pernah bisa kulupa saat-saat kau datang, seluruh dunia dalam hidupku seakan ikut tenggelam, merona dalam pelangi warna, dan sejak itu, aku ingin terus bernafas dalam kesegaran cinta

di mimpiku, hal-hal seperti itu tak pernah berakhir, aku ingin selalu melukismu dalam puisi-puisiku, dalam hatiku, dan kau semestinya tahu bahwa kau akan selalu ada di situ, dan tak mungkin kubiarkan berlalu

malam ini, bayang indah dirimu kembali singgahi kamar hati, meski waktu terus saja berlalu, tetap tak bisa kulupakan, kau tersenyum lepas saat aku membayangkan wajahmu dalam puisiku, dan itu sangat memberiku kekuatan untuk menjalani hidup

sayang,
berjanjilah seperti janji mentari, menghiasi bait demi bait puisi, yang akan selalu terbit dari timur, dan terbenam di ufuk barat, aku mencintaimu, dan akan selalu merindukanmu

lasting forever...

12 Mei 2011

2 comments:

Cik Teddy mengatakan...

cewah..special to whom?

Cha'unk El Fakir mengatakan...

Yang pasti, ada deeeeh...
Buat kamu juga boleh, hehehe...

Poskan Komentar

 
 
Copyright © 2012 Cha'unk El Fakir
On Google+, Facebook and Twitter