Tampilkan postingan dengan label Kerinduan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerinduan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 September 2012

Cemburu Buta



Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta.
Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu
dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah.
Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.

Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami
karena kemaksiatan yang dilakukannya,
misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya,
atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya.
Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji.
Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.

Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta,
hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami.
Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan
dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

Minggu, 24 Juni 2012

Hari Ini

hari ini,
hari penuh lambang dan kenang
segalanya menguntum
segalanya mengembang
meski kadang tak pernah mampu kulukiskan dengan kata

24 Juni 2012

Minggu, 11 Maret 2012

Surat Untuk Melati

melati yang cantik,
semoga hari ini engkau ini baik-baik saja

ingatkah saat-saat bagaimana dulu engkau membangun sebuah taman cinta yang paling mewah dalam dadaku?

aku masih saja merindukanmu hingga kini
kupandangi engkau dari balik jendela kamar hati
putih cerah terpayung sinar mentari
berseri bungamu sepagi ini
menggubah kemerduan irama simfoni
memberi damai tiada henti

melatiku yang manis, lihatlah
kini taman itu indah sudah
taman cinta yang paling mewah
tempat kenangan cintaku dan cintamu berkisah

11 Maret 2012

Kamis, 08 Maret 2012

21.21 WIB


rindu harian
kali ini mereka menjamah lagi
kamis malam

jasmine
satu yang tertinggal dari sekian banyak kenangan
kembali lagi mencium lelah yang tak berbatas
jatuh membara seisi kamar berjelaga

kini kuharap kekal

08 Maret 2012

Minggu, 04 Maret 2012

Pertemuan Ini

hari ini seperti biasanya
ada cerita berkesan ditulis oleh gerimis
menjelajah seisi langit dan bumi
dalam ruang kerinduan yang tersisa

awalnya bertumpu pada harapan
dengan sekeranjang rindu bertumpahan
bermandikan kecemasan
namun di detik saat menatap wajahmu
hatiku meluap bahagia
senyummu mengalirkan resah lewat debar-debar dada
menyusuri denyut-denyut nadi
seketika aku diseret lupa

sayang, siang sudah tampak mendung
kita memanja semoga langit tetap memayung
jalan panjang yang bersama akan kita arung

berlayarlah kita tanpa ragu mengharu
meski angin kencang bertiup menggoda
tak surut hati berselimut rindu
sampai pada ujung pertemuan ini
saat jiwaku dan jiwamu ikut sama-sama membasah

baiklah, kita berpisah di sini
namun kuharap dengan sangat rasa tetap saling menali
sampai akhir nanti

04 Februari 2012

Jumat, 02 Maret 2012

Bilakah Kau Datang

kamar separuh tua ini membaringkan aku bersama malam
bersama hujan menemaniku menuju pintu-pintu impian
malam ini aku tak sedang berharap kedatangan sang bulan
cukup kau tersenyum, walau dalam angan
memberiku kedamaian
terlelap kesendirian
berselimut kerinduan

perempuanku,
bilakah engkau datang?

02 Maret 2012

Rabu, 29 Februari 2012

Dalam Hening Malam


dalam hening malam tiada berpenghangat
tiba-tiba suaramu memecah kesunyian
menggemakannya jauh ke dalam rongga
menjelma sebuah tanda
detak seakan tertunda
terkapar selimut asmara
bertebaran wangian cinta

sejenak kubayangkan
kalau serumah berduaan
mungkin malam tak lagi berbias keresahan
rindu tiada mengambang seperti yang barusan

lalu kubayangkan lagi
waktu mungkin masih mengharuskan kita bercerita sendiri-sendiri
selagi tetap mengasuh sunyi
kupikir rindu takkan pernah ada kata berhenti

terima kasih, bunga
kau temani aku mendengarkan merdunya nyanyian malam
melintasi derasnya detik-detik yang berjalan
kau jaga kamarku dari angkuhnya kesunyian
dari gejolak jiwa yang menyerang

dari sini aku doakan
biar embun-embun kerinduan tetap terus berjatuhan
di atas putih bunga-bungamu yang menawan
tentu saat setiap pagi datang menjelang

29 Februari 2012

"...harapan tentang indahnya masa depan, penuh romantika dan kesetiaan, mau tidak mau harus ada yang menjadi catatan, setidaknya malam ini kita telah saling menuliskan..."

Selasa, 28 Februari 2012

Semu

hujan pun mulai menceritakan rindu
gemerisiknya menggetarkan seisi ruang kalbu
dan rerintiknya meneteskan ribuan setiaku menantimu
sedang penaku mencoba terus menggambarkan indahmu

tapi aku bingung
katamu,
rindu tak dapat bertemu dalam angan-angan semu

28 Februari 2012

Minggu, 26 Februari 2012

Seperti Bunga


seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan rona keteduhan wajah yang begitu menenangkan
betapa pertemuan demi pertemuan saat itu memintal jutaan rasa
yang dibangun dari angan yang hingga kini masih bergelayutan
dulu tiada terukir janji untuk masa depan
hanya aku memahami kita enggan saling melupakan

seperti dulu aku pertama mengenalmu sebagai bunga
dengan taburan putih putiknya yang menyimpan banyak harapan
menyemai akar-akar setia walau harus dalam kesendirian
mengekalkan kenangan seraya tetap merimbunkan kerinduan
dulu tiada mimpi tergambar dari masa demi masa yang dilayari
hanya aku bisa mengerti rekah kuncupmu meneteskan cinta tiada henti

dan kini saat senja belum lagi tiba
aku masih saja senang menamakanmu sebagai bunga
untuk sepanjang kenangan dan untuk masa depan tergenggam
entah, berapa lama lagi aku akan menyuntingmu di pelaminan
aku hanya ingin melihat bagaimana cara kita bertahan
sebab kurasa sudah tiada lagi alasan untuk kita saling melepaskan

26 Februari 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Selalu Selamanya

lihatlah
pagiku masih terlena dalam wangi aroma bunga
yang menyapa sejak hening malam terjaga
dan aku tak harus banyak bicara

lihatlah
kata-kata ini masih saja bernada
menelan sisa kehampaan semalam
cinta kian menyala dalam kemegahan rasa
tanpa perlu banyak bicara

begitulah setiap pagi kusambut mesra
memasak rindu dengan sejuta setia
dalam tungku sepalung jiwa
melayari bahtera masa
selalu dan selamanya

25 Februari 2012

Senin, 20 Februari 2012

Engkau Bungaku

engkau bungaku, penghias siang malamku
yang jelas tanpamu, sedetik pun berlalu
rindu kian terasa menggebu-gebu
dan aku selalu membutuhkanmu
waktu demi waktu
bukan sebab aku harapkan cintamu
sebab cinta ini telah kujadikan hak untuk hidupmu
dan aku, telah bersedia untuk menjadi pendamping hidupmu

21 Februari 2012

Melankolia Slarang Kesugihan

bukan senin yang memberi kita kisah
atau pun sapuan gerimis deras yang menyapa
melainkan setiap kucium aroma bunga di tubuhmu
:cinta yang kian terasa

aku menulis sajak ini karena hari ini aku bahagia
tapi maaf, bunga
aku harus kembali mengubah indahmu menjadi kata
kata yang menguntai lagu senandung batin
dan kembali aku harus menyusunnya sebagai puisi

karena dua hati saling merindu
walau jauh, kau dan aku tetap bertemu
meski awalnya sempat terbata
namun kutahu tatapmu dapat membaca

tapi sekali lagi maafkan aku
mungkin aku memang harus menuliskanmu sebagai puisi
dan menjadikan senin ini satu diantara sekian banyak kenangan
yang kadang sulit kita temukan

ada kecupan yang sangat ingin aku titipkan
lama mengendap dalam mimpi dan harap
dalam jenuh kerinduan
yang akhirnya tumpah dalam sebuah pertemuan
dingin mendadak terhangatkan
dengan ciuman berjuta sayang
tapi ingat, bunga
senin tak pernah memberi kita kisah sebelumnya
:cinta yang begitu kian indah terasa

20 Februari 2012

“Jalan hidup satu diantara kita memang tak harus selalu sama, tak juga harus seiya sekata, selama setiap pertemuan kita selalu berjamuan cinta...”

Sabtu, 18 Februari 2012

Cahaya Malam


ini cahaya membunuh kegelapan
lebih melimpah dari yang selama ini menyentuh kamar tidur
cahaya itu kini menghias malam
membuatku yakin akan indahnya kehidupan
karena aku melihat mereka penuh harapan
harapan untuk memahami masa depan

siang tadi mereka belum kelihatan
sepertinya terjerat angin dan deras curah hujan
kini malam mereka adalah peristirahatan
dari sekian gelora rindu yang menyerang

aku tahu mereka bicara tentang kerinduan
kerinduan yang selama ini ada pada perasaan
perasaan bahwa kita berdua adalah sebuah nyanyian
nyanyian dari dua jiwa yang sama

cahaya malam berjalan di dalam kamarku
kurasa mereka lebih mendamaikan dari bayanganku sendiri
kutatap harap lantas kupahami
sungguh, mereka takkan tergantikan
mereka adalah masa depan
mungkin saja masa depan antara kau dan aku

kulalui malam perlahan
seperti seseorang yang datang dari tempat yang jauh
sehingga aku berharapan
segalanya akan sampai pada hatimu yang lama luruh

18 Februari 2012

Minggu, 12 Februari 2012

Sekuntum Bunga


-buat melati, sang penghias hati

di hidupku pernah berguguran bunga-bunga
terbaca jelas sisa wajah dan luka-luka
berguguran, terhembus angin kencang
terbang memeluk jambangan orang
tak kecuali engkau, yang pernah demikian lekat di jiwa
mengubur titik tanda cinta
pupus sudah terhapus perjalanan masa
sempat kucari-cari kenangan di selembar peta
namun tiada tumbuh kuntuman bunga

lantas aku mencarimu saat setiap ombak rindu menyapa
melayarinya dengan sampan rapuh penuh duka rana
serupa diari tiada lagi berhalaman
kisah kita mungkin tinggal kenangan

sebelum pada akhirnya engkau membelah rahasia
saat aku telah kehilangan banyak tanya
terasa kembali menemu sedikit cinta
sisa sejarah yang mungkin masih bertanda
hati pun kembali berserah
membuka jiwa untuk tumbuhkan lagi sekuntum bunga
sebab sesuatu yang selama ini aku rasa
kisah kita bukanlah tiada lagi apa-apa

kini yang mungkin semestinya aku sadari
genderang masa lalu telah saling memintal kedewasaan
sekuntum bunga yang dulu gugur merekah sudah
indah menghiasi jambangan hati
melati oh melati
engkau memang bukan yang pertama memulai
namun doa-doa yang sedang kutanam sedari pagi
akan selalu menuntun hari demi hari
memapah waktu untuk satukan kita nanti

kapan?
biar ia sendiri yang bercerita

12 Februari 2012

“...sejarah mungkin bukan lagi sebatas etalase keindahan semata bagi keunikan hubungan kita yang pada akhirnya ternyata kian jelas bermakna...”



Rindu di Kamar Sepi


aku menyadari bahwa setiap kerinduan hanya mendamba pertemuan
seperti halnya kita duduk berdua
bersama dengan canda dan tawa ceria
dan aku akan katakan bahwa aku kini membutuhkanmu
bukan menginginkanmu
selebihnya mungkin merindukanmu
mendambamu

andai saja...

aku sungguh ingin berada di sisimu setiap hari
menikmati damainya saat-saat memandang wajahmu
meskipun terngiang-ngiang alunan rindu
sungai-sungai yang menyiram di jiwaku
turut mengalir membasah di jiwamu
perlahan, namun begitu penuh pesona
menetapi langkah setia

pada akhirnya engkau datang jua
berkenan mengelus gelora birahi membara
teriring desah lembut sepasrah nafas
mengantar rindu ke puncak peraduan
deras desir darah mengalir
menggetar riak sedalam samudera
cinta seindah bianglala

kumohon melati,
jaga aku sampai matiku nanti

12 Februari 2012

Jumat, 10 Februari 2012

Camouflage

kupandangi malam
jauh, lepas tak berbatas
sejenak bercermin
merenungi kemalangan diri

langit gelap
namun butiran rindu tetap berpendaran
memancarkan terang
mencari kuntuman melati
menggamit jutaan mimpi
berharap esok dapat kutemui
saat pagi datang kembali

kini malam telah semakin diam
mungkin sudah saatnya jiwa ikut temaram

10 Februari 2012

Kamis, 09 Februari 2012

Wajah Semu Malamku


wajah malamku semu sudah
tiada arti harap dan penantian
tahukah engkau apa yang kurasakan
saat aku mencoba menepis semua galauan?

wajah malamku kian semu
namun aku tetap tegar lalui kenyataan
menghadapi belenggu kehampaan
mencoba tetap tersenyum
mencoba untuk kembali menyusun retak serpihan
mencoba berdiri dan terus berjalan
tanpamu
keseorangan

kau tahu lara ini tak pernah mampu kusembuhkan sendiri
aku hanya melebarkan sayap kecilku yang pernah patah
untuk menjemput indahnya mimpi

wajah malamku yang semu tak cukup mampu kuatkan hati
tiada kehangatan yang mendamaikan
inikah arti penantian panjang
memamah gugusan bintang-bintang
meretas gelombang selautan
namun tak pernah sampai di tepian labuan

menyedihkan bukan?

selain semu wajah malamku
hati tiada sesunyi penantian
masih ada separuh asa
saat maya enggan lagi menyapa
derai tawa
binar mata
dan belai jiwa
masih mengalunkan nada-nada cinta
menghias bunga
kala mimpi mulai terjaga

09 Februari 2012

Sabtu, 04 Februari 2012

Senja Merintik Kerinduan


hujan kembali mendesah
menyeret selembar resah
di tubuh senja
ia menderas mencurahkan rindu
bersenandung melagukan selirik sajak
saatku rebah memandangi sunyi
mencari-cari sesuatu yang aku sendiri tak tahu

hujan sepertinya telah menitipkan segalanya padaku
untuk menjaga kenangan, perjalanan, dan juga masa depan
sebab aku tahu
tiap kali turun hujan selalu menyapaku dengan senyuman
dengan rintik yang selalu bergumam
membasuh segenap impi dan khayalan

kini,
entah sudah berapa rintik hujan meninabobokan ingatan
rindu ini kian terasa memabukkan

04 Februari 2012

Jumat, 03 Februari 2012

Di Ujung Senja

ujung senja ini menyirat sebuah rasa
saat sunyi menjelajah derasnya waktu
menghunjam kidung di tepian hati
sebuah kerinduan

kenapa tak cepat kita temukan saja
rindu yang mencair di pucuk-pucuk kedua hati kita?

sebelum senja ini benar-benar berlari

03 Februari 2012

Rabu, 01 Februari 2012

Kuncup Baru


kini februari kembali memijakkan kaki
mengarungi titian masa
saat melati lelap terbuai kesejukan pagi
saat mentari memancarkan terang cahayanya
sedang di lubuk hati yang terdalam
helai demi helai mahkotanya
berhasrat menumbuhkan rindu-rindu yang baru
untuk tetap bersama menjaga sang waktu
membenah diri di pucuk putih bungamu

di alis matamu tampak rindu menguncup baru
memaku aku
walau begitu jauh untuk bisa kusentuh

01 Februari 2012

 
 
Copyright © 2012 Cha'unk El Fakir
On Google+, Facebook and Twitter