kerinduan melimpah ruah, seperti kesumat, tanpa bisa terlihat, kupikir, tiada sepatah bara yang sanggup hentikan denyut-denyut air, segala yang bernama resah perlahan terlupakan, berlalu, lenyap dari pandangan, dari perasaan
senyum kita, kian tergambar jelas di atas permukaan air, menjernih semula, teduh, berpendaran dalam jiwa, dan di bawahnya tiada lagi tampak keresahan, bahkan sampai saat perjalanan pulang, walau sempat dicucurkan hujan
dan setelah hujan terhenti, cahaya cinta kembali membias diri, sebagaimana waktu yang terus menetasi hari, membayangkan rentetan asa untuk hidup bersama nanti, sementara dingin yang kian menebal di ujung-ujung jemari, aku sudah tak ingat lagi
aku bahagia hari ini
22 Januari 2012
0 comments:
Posting Komentar