waktu selalu saja dipermainkan bayu
membuatku tak bisa lagi melukis gerimis
aku coba menguntai pecahan kata di atap hati
yang mengaliri kesunyian diri
tiada yang menjadi lain
selain lembar-lembar puisi yang melayang-layang
membungkus rindu yang mengambang di permukaan waktu
membunuh pilu
dan tangan-tangan malam merengkuh luka
sebelum aku beranjak dari sudut jendela
23 April 2011
0 comments:
Posting Komentar