
angin-angin malam
berangkat dari senja
yang kehilangan hujan
dalam kerinduan
hembusannya bertebaran
menyanyikan rindu di savana kalbu
lantas saling berkisah
tentang satu sejarah, bukan keluh kesah
angin-angin malam
mengeja puisi demi puisi
beralaskan permadani
sambil mendekap mesra mimpi-mimpi
yang penuh arti
temukan makna rahasia hati
yang tak pernah mati
25 Januari 2011
0 comments:
Posting Komentar