tiba-tiba, senyummu di pelupuk mataku
bergelayut mesra
mengubur partikel-partikel rindu
menjadikannya cinta
di pelupuk mataku
senyummu menebar keindahan surga
tiada sedikit jua menoreh luka
menjelma serangkaian kata
menjadikannya sajak
sungguh,
saat kata tak pernah mampu berucap cinta
mata seolah menjadi bahasa
aku mengagumimu
aku ingin menemuimu
aku ingin bersamamu
di pelupuk mataku adalah senyummu
jadikanlah ia cahaya
lantas, segeralah bawa aku ke dalam terangnya.....
29 Mei 2010
0 comments:
Posting Komentar