sebab ingin menjejaki banyak pujangga
tapi aku hanya terhenyak di sudut kamar
bila aku menulis puisi
akankah puisi lahir dari lubuk hati
sedang rangsangan puisi ini
tak kunjung jua kuilhami
aku ingin tanya
kalau engkau menulis puisi
mondar-mandirkah engkau di dalam kamar
mereka-reka sekian kata
atau hanya duduk terdiam
sambil merenungkan kata-kata
atau barangkali dengan pergi ke luar negeri
melihat dan memilih sejumlah imaji
sedang puisi enggan berhenti di sini
aku tak pernah ingin menulis puisi
melihat petret kenangan dan membayangkanmu
membuat diriku merasa tercukupi
melahirkan kerinduan yang mendalam
setelah itu lantas aku berpikir
bahwa dirimu telah banyak membantuku
melahirkan sekian judul puisi-puisi baru
12 November 2009
0 comments:
Posting Komentar