di mana semua kata yang bergetar
terangkum dalam puisiku yang lusuh ini
mungkin dengan sebuah kecupan lirih ini harus kuakhiri
agar kau bisa selalu menangkap aroma nafas cintaku ini
jangankan untuk mengatakan sepi
bahwa rindu ini masih mengalir di urat nadi
tapi apa yang kusesali kini
bahkan jadi sesuatu yang paling rahasia
badai itu datang dan pergi
lantas berlalu sepenuhnya
dan apa yang tak kupercaya darimu
aku tak dapat mengatakannya lagi
pada hatimu, hanya pada hatimu
kusenandungkan lagu kesetiaan rindu
dengan lantunan kata-kata merdu
hingga cinta tetap terjaga dalam ruang-ruang kalbu
10 April 2009
0 comments:
Posting Komentar