
-untuk perempuan tercantik di ranah jiwaku
entah,
sudah berapa sering kita mengobar api
tanpa ada kata rindu yang sejujurnya kita rasa
tanpa ada kata cinta yang menyirat penuh makna
tiada lagi senyum yang menyediakan saarapan pagi ceria
sepertinya embun kesejukan telah lama sirna
pergi merendah bersama terngnya sinar mentari
entah,
berapa lama waktu akan kembalikan kehangatan itu
aku sendiri tak mampu pahami semua keadaan ini
aku tak mungkin bias terima semua kegilaan ini
yang hanya akan melahirkan tangis dan air mata
kita mungkin perlu istirahat sejenak
tidur dengan posisi seperti semula
agar saat terbangun nanti
kita masih bisa saling memeluk kembali
menikmati hangatnya sebuah kecupan
yang kini kita rasa mulai terasingkan
tapi,
aku selalu saja menikmati perjalanan kita ini
sebagai perjalanan yang kukira takkan kutemui ujungnya
hingga nanti
Sepenuh Cinta
19 Februari 2009
0 comments:
Posting Komentar