menembus lingkaran asap anganku
menukik ke puing-puing berkabut sang waktu
jauh melintasi dedaunan membeku
menuju pantai berbayu
jauh dari cengkeraman duka menggila
tuk menari di bawah angkasa permata
dengan satu tangan bebas menggelora
membayang pada samudera
berpusar oleh sirkus pasir pantai
dan semua ingatan serta nasib
terpacu dalam ombak berderai
biar kulupakan hari ini
hingga esok pagi
16 Desember 2008
0 comments:
Posting Komentar